Pages

Monday, 7 November 2016

Takut Berbicara



Hati ini bergitu rapuh. Sangat amat sensitif dengan gejolak yang muncul dari orang sekitar. Rasanya ingin mengutarakan kepada semua orang bahwa hati ini sedang sakit. Namun, tak semudah itu mengutarakannya. Kita harus paham di mana dan sebagai apa kita berada.  Kadang, menceritakan kesulitan kita akan menjadi suasana menjadi pelik. Walaupun demikian, memang rasanya perlu diceritakan. Dengan bercerita, plong rasanya. Dengan benda mati saja sudah terasa ringannya. Apalagi, di hadapan makhluk yang responsif. Ada kan yang sering berbicara sendiri di depan cermin atau di depan benda lain? Pasti ada. Itulah hebatnya berbicara. Mengurangi perasaan yang dianggap menjadi beban pikiran.

Jika posisimu sebagai anak, maka ceritakan kepada orang tuamu. Itu solutif.
Jika posisimu sebagai istri, maka ceritakan kepada suami. Itu solutif.

Namun, kadang kita enggan menceritakan kepada orang tua maupun suami dengan dalih takut akan terjadi sesuatu. Lebih baik dipendam saja. Kita lupa sampai kapan akan memendam? Akan banyak lagi masalah yang datang. Apakah menunggu hingga penuh dan kemudian kita jatuh? Silakan! Itu pilihan.

Ketakutan bercerita tentang masalah kepada orang tua atau suami bisa diatasi dengan pemilihan kata, tinggi rendah suara, ekspresi, dan waktu yang tepat. Setiap masalah ada solusi. Masalahnya, bagaimana kita bisa merealisasikannya? Ngomong sih mudah. Bagaimana jika setelah bercerita, hubungan kita jadi semakin runyam? Kembali lagi ke solusi awal: kata, suara, ekspresi, dan waktu.

Friday, 9 September 2016

Tubuhku bukan Robot

Hidup adalah perjuangan. Memang. Banyak sekali yang menggunakan alibi ini ketika sedang bekerja, belajar, atau sedang mengupayakan sesuatu. Namun, kadang kita lupa bahwa perjuangan itu ada batasnya, seperti waktu yang hanya dibatasi 24 jam sehari. Tidak lebih.

Alangkah baiknya dalam menyikapi sesuatu itu tidak berkenan. Ala kadarnya saja, jangan muluk-muluk. Sebenarnya, yang kita kejar itu apa? Uang? Uang kadang bisa membeli kesehatan. Kebebasan, dan kebahagiaan. Terlena kita pada uang hingga lupa hakikat hidup yang sebenarnya.


Mari kita buka kembali Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56. Di sana disebutkan yang artinya kurang lebih bahwa sebagai makhluk Tuhan tidak lain hanyalah untuk beribadah. Dengan dasar inilah, seharusnya para pendamba harta dan kekuasaan bercermin. Yang kita kejar tidak lain hanyalah “bekal” untuk kehidupan yang “lain”. Zuhud-lah, bersyukurlah. Duniamu akan indah.

Tuesday, 16 August 2016

Sukses Butuh Proses


                “Jangan lihat aku sekarang! Lihatlah aku dari sekarang hingga aku lelah menata masa depan.” Penilaian terhadap sekarang sering dilakukan sesaat tanpa melibatkan peranan masa lalu dan masa depan. Padahal, masa lalu, masa sekarang, dan masa depan adalah rangkaian yang tidak terpisahkan. Kita bisa menjadi yang sekarang karena masa lalu dan masa depan ditentukan oleh kita yang sekarang.
                Diremehkan orang itu biasa. Bahkan, kadang orang lain ketika meremehkan kita, dia tidak sadar sedang melakukannya. Asal njeplak begitu saja. Asal berkomentar tanpa teding aling-aling. Begitulah orang Jawa mengatakan. Padahal, kita yang sekarang terbentuk dari benturan dari kita di masa lalu. Memang perjuangan tidak perlu diceritakan, tetapi begitulah keadaan. Sering orang sekitar melakukan judgement atas apa yang dia lihat sekarang tanpa melibatkan perasaan. Anggap saja ujian.
                Tenang! Allah tidak tidur. Berdo’alah, maka akan Aku kabulkan. Kira-kira seperti itulah terjemahan dari salah satu ayat dalam Al-Qur’an. Berdo’alah, berdo’alah, dan berdo’alah. Bukankah dunia milik Tuhan? Mengapa kita seakan menjadi korban perasaan atas komentar orang. Jika kita tidak yakin akan do’a yang akan dikabulkan, ingatlah sosok ibu. Do’a ibu tanpa sekat menuju Tuhan. Bisa dibuktikan.
                Sesungguhnya hinaan dan cercaan bagai pengasah pisau. Semakin banyak diasah, semakin runcing. Sebaliknya, menyerahlah dengan pujian. Kadang pujian membuat diri kita terlena dan tidak termotivasi untuk berlari mengejar mimpi. Atau, hanya sekedar balas dendam terhadap orang yang menyepelekan capaian hidup kita. Balas dendam yang terbaik bisa dilakukan dengan cara membentuk diri kita menjadi yang terbaik di mata mereka hingga tidak ada lagi kata yang mewakili untuk meremehkan kita lagi. Terakhir kali, memang sukses butuh proses. Bersabarlah!




Thursday, 28 July 2016

Sectio Caesaria yang Kedua (Re-SC) lebih Ringan

Judul yang saya susun mungkin mencengangkan beberapa pihak, terutama bagi seorang ibu yang sering atau memilih “jalan pintas” dalam melahirkan. Pasalnya, dalam sebuah teori yang pernah diungkapkan bahwa semakin banyak caesar yang dilakukan, semakin sakit yang dirasakan. Sebut saja, proses penyembuhan pasca Sectio Caesaria (SC) mengalami penurunan dalam satuan persentase antara SC ke-1, 2, 3, dan 4. Mengapa hanya 4? Ya karena saking resikonya proses melahirkan dan penyembuhan terlau tinggi. Oleh karena itu, hanya dibatasi pada anak ke-4 saja. Bahkan, beberapa dokter sudah menyarankan untuk sterilisasi setelah SC anak ke-3. Begitu ngerinya kan?

Rupanya, teori dapat mengalahkan sugesti dan motivasi. Dokter yang menangani saya pun terheran-heran akan jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan. Dengan mantap, saya menjawab “lebih enakan yang ini, Dok”. Keheranan pasca SC ke-2 tersebut tersirat dari respok balik “Ah, masa sih? Biasanya lebih sakit yang kedua.” Mungkin dia bisa bilang begitu berdasarkan testimoni dari para pasien sebelum saya. Atau bahkan, dia sendiri juga pernah mengalami. Bisa jadi kan ya, maklum beliau ini dokter wanita. Ya, mudah-mudahan jawaban saya ini menjadikan testimony lebih bervariatif, sehingga tidak membuat resah para penikmat SC. Penikmat? Ya, karena SC itu pilihan dan harus dinikmati setiap prosesnya.

Ada beberapa faktor yang mungkin membuat persalinan kali ini menjadi menyenangkan dan pemulihan lebih cepat. Pertama, memang dari awalnya sudah niat dahulu untuk menjalani SC. Hal ini dikarenakan memang mustahil jika saya menjalaninya dengan cara normal. Tetap kekeh normal sih bisa, tetapi resikonya terlalu mengerikan bagi saya. Saya membayangkan jika setelah lahiran, saya tidak bisa melihat bayi saya alias buta. Apalagi, mata minusku sudah menyentuh angka enam. Jadi, kalau sudah niat, berarti mental juga sudah siap. Bahkan, tahapan-tahapan proses re-SC sudah terbayangkan berdasarkan pengalaman SC yang pertama, jarum, infus, kateter, anestesi, selang penghangat pasca operas, hingga nyerinya ditusuk berkali-kali obat anti nyeri. Ngeri sih, tapi Alhamdulillah tak sengeri yang dibayangkan sebelum SC.

Yang kedua adalah perasaan bahagia. Bahagia karena akan mempunyai anak berjenis kelamin komplit, anak pertama cewek dan anak kedua ini cowok. Bahagia karena pendampingan ekstra dari suami yang setiap keputusan selalu dipercayakan kepadaku. Dan yang terakhir, bahagia karena adanya profesi baru pasca melahirkan setelah berjuang mati-matian belajar TPA dan sebagainya pada waktu hamil tua. Alhamdulillah, ketiga kebahagiaan tersebut memberikan makna yang dalam dalam mempersiapkan kedatangan sang buah hati untuk kedua kalinya.

Ketiga adalah motivasi tinggi untuk segera sembuh. Motivasi ini muncul mengingat akan memiliki anak dua. Jadi, dalam benak saya bertanya-tanya bagaimana bisa sakit lama sementara kedua anakku masih membutuhkan sentuhan manja dari ibunya. Anak yang pertama baru berumur tiga tahun. Kebayang kan kalau pulihnya lama. Kasihan orang-orang sekitar, khususnya suami dan ibu. Memang sih, mereka pasti dengan senang hati merawat anak dan cucunya. Namun, dari dalam hati yang paling kecil, tidak setega itu untuk merepotkannya. Maka dari itu, saya terdorong untuk cepat sehat, sehat, dan sehat. Jangan manja!


Membaca dan membayangkan apa yang saya rasakan, mudah-mudahkan para ibu yang akan melakukan SC akan lebih mantap dengan pilihannya. Memang, katanya menegangkan. Sebenarnya enggak kok. Semua tergantung dari diri kita masing-masing. Kalau sudah memilik, ya jalani saja. Semoga ibu dan bayi Anda selamat dan sehat ya…. Aamiin.

Saturday, 21 November 2015

OPTIMALISASI PROMOSI PRODUK PERTANIAN LOKAL MELALUI MEDIA INTERAKTIF SEBAGAI PERSIAPAN MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015



Latar Belakang
Seiring dengan era globalisasi, pasar global mengalami banyak perkembangan, termasuk di Asia. Kondisi ini ditandai dengan bangkitnya Cina dan India yang dianggap menjadi aktor utama dalam perekonomian Asia. Walaupun kedua negara tersebut memiliki jumlah penduduk yang besar, tingkat produktifitasnya juga tinggi. Dengan demikian, kebangkitan ekonomi Cina dan India dianggap menjadi ancaman bagi negara Asia lainnya terutama kawasan Asia Tenggara dalam menarik investor asing. Perlahan para investor asing di kawasan Asia Tenggara mulai melirik potensi ekonomi Cina tersebut. Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan daya saing sebagai anggota Association of South East Asian Nation (ASEAN) agar tetap eksis dalam penghelatan ekonomi global. Negara-negara dikawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam forum ASEAN telah menyepakati untuk meningkatkan proses integrasi di antara mereka melalui pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN sebagai dampak adanya sistem perdagaangan bebas antaranegara ASEAN. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian MEA. Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kesempatan pers menyatakan bahwa pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016 dapat menguntungkan Indonesia. Pertama, pasar Indonesia punya sumber daya alam (resources) lebih baik. Kedua, Indonesia juga punya tenaga kerja yang lebih kompetitif. Namun, pelaksanaan MEA ini juga memberikan dampak negatif atau merugikan perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan bahwa Indonesia harus membenahi sektor yang lemah untuk menghadapi MEA. Ditambah lagi, para pelaku produksi juga harus melaksanakan efisiensi dalam proses produksinya. Usaha tersebut dilakukan karena MEA menyebabkan persaingan lebih ketat.
Persiapan MEA sudah berlangsung selama sepuluh tahun. Lamanya persiapan ini akan membuka pasar menjadi kompetitif. Namun, masing-masing negara memiliki perbedaan dalam persiapannya. Apalagi, terkait perbedaan pertumbuhan ekonomi antar-negara anggota ASEAN yang masih tinggi. Hal tersebut tidak akan mudah terselesaikan secara bersamaan. Dengan demikian, masing-masing negara sebaiknya memiliki keunggulan agar dapat bersaing dengan negara lain dalam sektor perekonomian.

Ide dan Pembahasan
            Indonesia merupakan negara agraris dengan lahan yang sangat luas dan penuh keanekaragaman hayati. Hal ini sangat berpotensi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara agraris terbesar di dunia. Di Indonesia, pertanian mempunyai kontribusi yang penting terhadap perekonomian baik secara makro maupun mikro. Secara makro, pertanian berpotensi besar untuk meningkatkan pendapatan nasional. Secara mikro, pertanian merupakan faktor yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga negara Indonesia. Apalagi, dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berarti bahwa kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat. Terpenuhinya kebutuhan pangan dalam negeri  dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani.
MEA merupakan kesempatan emas bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan akan hilangnya hambatan perdagangan antarnegara.. Hilangnya hambatan diharapkan akan berdampak pada peningkatan eskpor. Namun, kondisi ini menjadikan tantangan baru bagi Indonesia yang berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan. Adapun komoditas yang diperjualbelikan berupa pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik (Santoso, 2008).
Homogenitas komoditas akan menimbulkan resiko kompetisi. Resiko kompetisi akan muncul dengan banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia. Kondisi ini akan mengancam industri lokal karena harus bersaing dengan produk luar negeri. Jika industri lokal tidak mampu bertahan dan bersaing, maka secara tidak langsung dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan Indonesia.
Menteri Pertanian mengingatkan bahwa dalam kebijakan ketahanan pangan tercakup kebijakan kemandirian pangan dan kedaulatan pangan. Masalah pangan tidak boleh bertumpu pada ketersediaan pangan dari luar, tetapi harus bertumpu pada ketersediaan pangan dari dalam negeri, tidak boleh bertumpu pada multi nasional corporate. Investasi dari luar memang diperlukan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ketersediaan faktor produksi dalam negeri masih memegang kunci utama dalam kesejahteraan nasional. Kemakmuran bangsa tidak hanya bertumpu pada materi, tetapi juga kemandirian. Upaya peningkatan produksi pangan nasional harus dapat dimanfaatkan agar petani mampu memperoleh peningkatan pendapatan dan kesejahteraannya.Dalam upaya mencapai kedaulatan pangan, pembangunan pertanian saat ini dihadapkan ke dalam berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama.
Kini kondisi pertanian Indonesi cukup memperhatinkan karena dikenal sebagai negara agraris, tetapi membeli makanan pokoknya dari negara lain (impor). Oleh karena itu, pemerintah seharusnya lebih bijak dalam menangani dan menanggapi permasalahan produksi pertanian Indonesia saat ini. Hambatan indonesia dalam menghadapi MEA adalah rendahnya kegiatan dalam rangka menawarkan produksi dalam negeri. Kualitas hasil produksi memang kunci utama. Namun, tanpa pemasaran atau promosi juga tidak akan berdampak besar pada perekonomian Indonesia, terutama dampaknya terhadap neraca perdagangan.
            Buchari Alma (2006:179) mengartikan promosi sebagai sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen. Adapun ciri-ciri promosi (Philip Kloter, 2005) meliputi komunikasi, insentif, dan ajakan. Dengan demikian, promosi akan lebih efektif jika ada komunikasi yang baik. Komunikasi akan lebih baik jika dilakukan dengan dua arah atau responsif.
 Komunikasi yang responsif memerlukan media. Salah satu media yang dapat digunakan berupa media interaktif (Seels & Glasgow dalam Arsyad, 2002:36). Saat ini media interaktif yang sering dipakai untuk mempromosikan hasil produksi atau barang dagangan. Contoh media interaktif adalah website perusahaan yang bersifat responsif terhadap calon customer. Selain itu, website juga bisa dilengkapi dengan media sosial perusahaan agar lebih komunikatif dan bersifat pribadi. Dengan adanya media interaktif, maka calon customer akan lebih yakin dalam memilik produk yang akan dikonsumsi. Salah satu yang dapat meningkatkan yakin atau tidaknya calon customer ditentukan oleh pelayanan yang berkualitas.
Pengelolaan media promosi, khususnya media interaktif harus didukung dengan adanya sumber daya manusia yang unggul. Tenaga kerja yang unggul dapat diperoleh dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. Jika melihat tentang media interaktif di bidang pertanian, maka bisa diperoleh dari lulusan jurusan teknologi informasi, komunikasi, bisnis internasional, dan pertanian. Dalam penyeleksian tenaga kerja, diperlukan lingkungan kerja yang kondusif agar manejer personalia lebih objektif menyeleksi calon tenaga kerja. Dengan pengelolaan media promosi yang profesional, maka diharapkan akan meraih target penjualan yang maksimal. Selain itu, dengan adanya akses internet yang luas, pengelola media interaktif akan mendapat informasi tentang produk produk dan kondisi pasar secara internasional. Dengan mengetahui kondisi pasar internasional, maka dapat dijadikan acuan untuk melakukan teknik pemasaran selanjutnya yang lebih mengena calon customer. Pengelola media interaktif akan lebih mudah menangkap informasi dalam lingkup ASEAN, sehingga selain dapat promosi secara online bisa juga secara media pameran produk pertanian.
Selain peningkatan penjualan dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan, kementrian pertanian dan perdagangan dapat menfasilitasi pelaku usaha pertanian. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memperbarui data yang berisi daftar pemilik usaha pertanian untuk dipromosikan di kawasan ASEAN. Sebagai tindak lanjut, kementrian pertanian bersama-sama dengan kementrian perdagangan juga bekerja sama dengan kementrian informasi dan komunikasi maupun menteri luar negeri agar promosi hasil pertanian lebih tepat sasaran di antara channel-channel luar negeri yang dimiliki oleh kementrian informasi dan komunikasi maupun kementrian luar negeri.
Penutup
Indonesia seharusnya lebih gencar dalam mempromosikan produk pertanian. Promosi yang dilakukan hendaknya diikuti dengan peningkatan kualitas hasil pertanian, sehingga iklan yang ditampilkan tidak mengecewakan calon customer di ranah internasional.  Dengan adanya peningkatan penjualan hasil pertanian diharapkan akan meningkatkan devisa negara yang berdampak pada stabilitas perekonomian nasional.

DAFTAR PUSTAKA
Alma, B.2006. Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Alih Bahasa oleh Hendra Teguh , Ronny A Rusly, Benjamin Molan. Edisi Milenium. Jakarta : PT. Prenhallindo.
Arsyad, A. 2002. Media Pembelajaran, edisi 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/penjualan_langsung diakses pada tanggal 1 Oktober 2015 pukul 20.03
freeya-01.blogspot.com/2012/11/DEVISA.html diakses pada tanggal 1 Oktober 2015 pukul 20.30
www.academia.edu/.../masyarakat_ekonomi_ASEAN_2015_MEA_2015 diakses pada tanggal 1 Oktober 2015 pukul 21.00

Keterangan:
Esai ini pernah dilombakan dalam rangkaian acara olimpiade tingkat nasional tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta a.n. Desy, Delima, dan Salfitrisia (siswi-siswi SMA Batik 2 Surakarta)

Tuesday, 26 May 2015

Merana Melahirkan Karya

Hari-hari ini terlewati dengan cantiknya. Suka duka menyelimuti setiap langkah dunia. Ya memang harus dilewati. Mau gimana lagi? Kata orang, hidup itu layak roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Sering menangis, tapi beda makna: menangis bahagia atau nelangsa.

Hikmahnya, ketika kita dalam posisi paling down, kadang karya itu muncul. Kita bisa membuat klimaks setiap karya sastra dengan begitu dalam. Karena memang keahlian atau betul dari hati. Entahlah. Semoga setiap rasa menghasilkan banyak makna, sehingga kita tidak begitu mudah lupa. Kan ada orang yang mudah bahagia mudah merana. Alangkah baiknya, setiap perasaan itu diabadikan dalam sebuah karya.

Friday, 27 March 2015

Agenda Wisata Surakarta (Solo) 2015

Boleh dong saya ikutan meramaikan dunia pariwisata Solo. Kebetulan tiga bulan ini saya disibukkan oleh penelitian yang berkaitan dengan pariwisata Solo. Nah, kali ini saya mencoba menyebutkan event apa aja yang akan diselenggarakan oleh pemerinta Kota Surakarta di tahun 2015. Ini nih, agendanya:

 
  1. Solo Great Sale  → 1-28 Februari
  2. Bengawan Solo Travel Mart   →  13-15 Februari
  3. Festival Jenang Solo  →  5-17 Februari
  4. Solo Carnaval 21 Februari
  5. Solo Indonesia Culinary Festival   →  2-5 April
  6. Festival Bengawan Solo   →  12 April
  7. Solo 24 Jam Menari   →  29 April
  8. Mangkunegaran Performing Art   →  15-16 Mei
  9. Festival Gamelan Akbar   →  5-6 Juni
  10. Java Expo 2015   →  10-14 Juni
  11. Solo Micro Expo   →  10-14 Juni
  12. SITTEX   →  11-14 Juni
  13. Semarak Budaya Indonesia   →  12-13 Juni
  14. Solo Batik Carnival   →  12-14 Juni
  15. Sendratari Ramayana   →  19-21 Juli
  16. Festival Wayang Bocah   →  13-14 Agustus
  17. Apresiasi Musik Kebangsaan   →  18 Agustus
  18. Pawai Pembangunan   →  18 Agustus
  19. Wayang Orang Pelataran   →  22 Agustus
  20. Grand Final Putra Putri Solo   →  29 Agustus
  21. Indonesia International Mask Festival (IIMF)  →   4-5 September
  22. Solo International Performing Art (SIPA)   →  10-12 September
  23. Festival Payung Indonesia   →   11-13 September
  24. Solo City Jazz   →  18-19 September
  25. Solo Keroncong Festival   →  25-26 September
  26. Solo Batik Fashion   →  2-4 Oktober
  27. Rock In Solo   →   10 Oktober
  28. Suro Bulan Budaya   →  14 Oktober – 13 November
  29. Kirab Malam 1 Sura   →  14 Oktober
  30. Swara Deling Festival   →   22-24 Oktober
  31. Pengajian Tahun Baru Hijriyah   →   31 Oktober
Tidak hanya segitu aja. Masih ditambah acara-acara pendukung di bawah ini lho....
  1. Grebeg Mulud   →  3 Januari
  2. Sekaten   →  3 Januari
  3. Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW   →   17 Januari
  4. Haul Habib Ali Bin Muhammad al Habsyi   →   10-11 Februari
  5. Grebeg Sudiro   →   15-18 Februari
  6. Imlek Festival    →  19 Februari
  7. Kejuaraan Karate Antar Mahasiswa se-Asia Tenggara   →   20-22 Maret
  8. Earth Hour   →   28 Maret
  9. Keraton Surakarta Festival   →   13-14 Mei
  10. Festival Parade Hadrah    →  16 Mei
  11. Solo Blues Festival   →   23 Mei
  12. HUT Car Free Day   →   31 Mei
  13. Festival Ketoprak    →  12-13 Juni
  14. Maleman Selikuran    →  7-8 Juli
  15. Pentas Wayang Orang Gabungan    →  8 Juli
  16. Bakdan Ing Balekambang    →  17-22 Juli
  17. Syawalan Jurug    →  18-26 Juli
  18. Napak Budaya Samanhudi    →  21-23 Agustus
  19. Grebeg Besar    →  24 September
  20. Festival Suro    →  14-15 Oktober
  21. 1 Sura Jimawal    →  14-15 Oktober
  22. Srawung Seni Sakral Internasional    →  14-15 Oktober
  23. Pasar Seni Balekambang    →  22-25 Oktober
  24. Festival Semarak Singo Barong    →  28-29 Oktober
  25. World Meditation Gathering    →  28-29 Oktober
  26. Javanese Theatrical    →  6-7 November
  27. Kirab Apem Sewu    →  8 November
  28. Solo Gerr Seri   →   20 November
Semoga bermanfaat sebagai pengisi waktu luang Anda ;-)